Assalamu'alaikum. hi ^^
Baru nulis lagi diakhir bulan, hehehe biasanya sih blog ini saya isi di awal bulan. Bukan kejar setoran loh, cuma emang baru sempat aja :D mau cerita
sedikit tentang APD (Alat Pelindung Diri) “coverall” .
Alhamdulillah akhirnya
kembali bekerja, setelah beberapa bulan kami off kerja karena masalah internal
yang menghambat kami untuk turun lapangan melayani masyarakat. Mulai dari Puskesmas yang dipalang karena hak ulayat dan juga transportasi kami yang
rusak karena ulah beberapa oknum masyarakat. Sedikit demi sedikit mulai ada jalan keluar.
Ada positifnya juga
sih sebenarnya karena pada saat off juga bersamaan dengan awal adanya wabah
Covid19. Cukup membantu beberapa rekan kami untuk membersamai anak-anak dan keluarga mereka.
Kamis lalu puskesmas
kami perdana turun lapangan setelah beberapa bulan off. kali ini sesuai jadwal
yaitu tanggal 24 di Kampung Malalilis, masih distrik yang sama yaitu
Klayili, Kabupaten Sorong.
Perjalanan kurang lebih
1 jam kalau tidak terlalu lama karena singgah-singgah. :D Personil kali ini sudah
dibagi, jadi yang di didalam udah nggak bejibun lagi kayak biasanya. hehe.
Alhamdulillah pusling bisa sesuai protokol, ternyata kepala puskesmas kami
memesan APD dari website donasi di Jakarta, alhamdulillah kami yang deg-degan turun
kerja saat pandemik ini bisa sedikit lega karena dapat coverall atau yang biasa
juga disebut hazmat. walaupun saat dibuka ternyata isinya cuma 1 lapis tapi
karena kekurangan APD tetap kami pakai untuk melayani masyarakat. biasanya sih
kalau di ruang isolasi 5 lapis yang dipakai.
langsung kebayang
teman-teman di Rumah Sakit atau faskes yang berhadapan langsung dengan pasien
positif Corona. sebelum mengenakannya kami makan dulu, buang
air dulu dan juga membatasi asupan cairan agar sejak awal mengenakan coverall
ini sampai selesai pelayanan nggak dibuka lagi APD-nya. APD yang digunakan
yaitu coverall hazmat 1 lapis, masker, kemudian googles alias kacamata pelindung,
dan juga face shield. oh iya saya kebagian pakai helm pelindung. auto dibully
pekerja proyek :D nggak apa-apa yang penting aman saat bekerja.
start administrasi
pengobatan sampai kelar yaitu dari jam 10 pagi sampai jam 3 siang, ya Allah bukan mengeluh tapi emang pusing banget rasanya kepala ini, oke mungkin 1-2 jam diawal nggak terlalu
pengaruh tapi setelah itu mulai ngerasa dehidrasi pengen minum tapi takut nanti
ingin ke kamar mandi.
dari sini saya ngerasa empati banget sama rekan sejawat, gimana rasanya jadi mereka yang
bekerja di faskes tingkat lanjut yang mana mereka langsung menangani pasien
positif, jam kerja mereka juga lebih lama karena shift biasanya dibagi 3 dalam
sehari sekitar 8 jam pershiftnya, bayangin aja sejak awal shift sampai selesai
harus mengenakan APD bahkan masih banyak juga yang bekerja dengan perasaan
khawatir karena kurangnya ketersediaan APD. Bisa kita lihat di media juga diberitakan rekan dokter, perawat, dan lain-lain banyak yang berguguran.
pahlawan kesehatan garda depan katanya, tapi sebenarnya bagi kami yang menjadi garda depan adalah masyarakat, kamilah garda terakhir. Karena yang menjadi tameng terhadap virus covid19 ini ya masyarakat itu sendiri. Namun nyatanya kesadaran masyarakat masih kurang, coba kalau ke pasar bisa kita lihat masih ada pedagang dan masyarakat yang tidak mengenakan masker, di jalan juga seperti itu. padahal ini sudah new normal bukan makin savety tapi makin bebas banget. kalau perilaku tidak diubah dan belum disiplin dengan protokol kesehatan gimana menurun angkanya. Kami tenaga kesehatan berharap besar adanya kesadaran masyarakat. Sehingga tenaga medis tidak overload dalam menghadapi pandemik ini.
Jangan lupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak yaaa. Laa haula walla quwwata illa billah. Semangat! kita semua pasti bisa melewati masa-masa ini.
pahlawan kesehatan garda depan katanya, tapi sebenarnya bagi kami yang menjadi garda depan adalah masyarakat, kamilah garda terakhir. Karena yang menjadi tameng terhadap virus covid19 ini ya masyarakat itu sendiri. Namun nyatanya kesadaran masyarakat masih kurang, coba kalau ke pasar bisa kita lihat masih ada pedagang dan masyarakat yang tidak mengenakan masker, di jalan juga seperti itu. padahal ini sudah new normal bukan makin savety tapi makin bebas banget. kalau perilaku tidak diubah dan belum disiplin dengan protokol kesehatan gimana menurun angkanya. Kami tenaga kesehatan berharap besar adanya kesadaran masyarakat. Sehingga tenaga medis tidak overload dalam menghadapi pandemik ini.
Jangan lupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak yaaa. Laa haula walla quwwata illa billah. Semangat! kita semua pasti bisa melewati masa-masa ini.
semoga wabah ini segera berakhir dan Allah selalu
melindungi kita semua. آمين
Doa
berlindung dari penyakit menular dan setiap penyakit jelek
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ اْلأَسْقَامِ
Alloohumma innii ‘auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa min sayyi-il asqoom.
Artinya: Ya Allah, sungguh aku berlindung
kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari segala keburukan segala
macam penyakit.
HR. Abu
Daud, no. 1554; Ahmad, 3: 192, dari Anas radhiyallahu 'anhu. Syaikh Al-Albani
mengatakan bahwa hadits ini sahih.
Sorong, 27 Juni 2020
Best Regards,
A.D.A :)
A.D.A :)

Komentar
Posting Komentar