Langsung ke konten utama

Akidah Kokoh Modal Kehidupan. Bag 1


Akidah Kokoh Modal Kehidupan

Berikut adalah sumber resume materi yang didapatkan dari Mata Kuliah Bengkel Diri. semoga apa yang ditulis bermanfaat bagi pembaca.  

Akidah adalah modal kehidupan kita di dunia ini, menjadi landasan.
Apa itu akidah? bagaimana proses keimanan seseorang? Tujuan hidup?
3 pertanyaan mendasar pada manusia.

Quotes : “ Jika hidup sekedar hidup. Babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja. Kera Juga bekerja” (Prof. Dr. Buya Hamka, Alm)
Kalau kita tidak memahami apa hakikat  kehidupan, kita sama seperti quote diatas.

Hakikat Kehidupan
Apa sih hidup itu? Definisi hidup bila dilihat dari segi biologis adalah adanya tanda kehidupan, tumbuh berkembang setiap makhluk. Definisi menurut sosiologis adalah adanya interaksi sesama manusia. 
Tidak difahami : Hidup tak tentu arah, kosong dari makna. = Gelisah
Jika kita tidak memahami hakikat hidup maka akan merasa baper, hidup tak tentu arah, kosong dari makna sehingga menjadi gelisah.
Difahami : Hidup terarah, Kaya makna = Mantap
Jika hakikat hidup kita pahami maka hidup menjadi terarah, kaya makna hasilnya mantap. Sehingga percaya diri, melakukan sesuatu karena paham.

Tiga pertanyaan mendasar manusia (Al-Uqdatul Kubro/ Simpul besar)
Darimana manusia berasal? Untuk apa manusia hidup? Kemana setelah mati?
Manusia yang hidup didunia harus bisa menjawabnya, harus bisa mengurai simpul besar ini. Simpul ini harus terpecahkan, jika terurai maka bisa akan terpecahkan segala pertanyaan yang mendasar pada simpul ini. PR besar kita adalah mengurai simpul besar ini?al-uqdatul kubro secara benar.

Hubungan tiga pertanyaan mendasar manusia
Darimana manusia berasal? Kehidupan sebelum manusia
Untuk apa manusia hidup? Misi hidup didunia
Kemana setelah mati? Kehidupan setelah dunia

Sebelum kita menjawab simpul besar pada diri manusia tadi, Ada 2 sikap manusia bila dihadapkan 3 simpul besar tersebut. Yang pertama adalah sikap lari dan tak acuh, masa bodoh dan menjalani  sekedar hidup saja. Semoga kta bukan termasuk tipe pertama. Yang kedua yaitu tipe sikap yang berusaha menjawab ketika menghadapi simpul besar; nah yg kedua ini ada 3 kondisi = yang pertama yaitu tidak menemukan jawaban, sudah cari tapi tidak ketemu. Bisa jadi karena ilmu yang kurang atau tidak optimal mencarinya. Yang kedua : berusaha menjawab tapi belum tepat/ salah.  Hidup dihadapkan dengan berbagai macam ideology/pemahaman, tidak hanya islam. Sehingga ketika mencari maka jawabannya salah. Ada juga yang langsung menyerah dan  menganggap jawaban itu benar. Inilah pentingnya seseorang itu berpikir. Tipe yang ke-3 : berusaha menjawab dan menemukan jawaban yang benar. Inilah menjadikan kehidupannya itu lebih mantap. Karena sudah menemukan jawaban dan jawabannya benar. Jika masih salah maka ada proses kegagalan dalam memahami hakikat hidup sehingga akan timbul kesesatan, kelalaian kemudian ada rasa enggan dan hawa nafsu yang lebih tinggi atau dominan. Sehingga gagal dalam memahami hakikat hidup dalam pencariannya. Karena tadi jawabannya macam-macam. Diantaranya:
yang Pertama : jawaban sekuler. Manusia darimana? Diciptakan oleh Allah, ketika hidup didunia untuk apa? Untuk mencari  kepuasan jasmani. Ya hanya itu, jadi kebahagiaan bagi orang-orang sekuler adalah kepuasan secara jasmani atau materi fisik. Berpikir untuk bisa kaya, sukses, punya segalanya. Kemudian mati, setelah mati akan hidup abadi. Sekuler beranggapan bahwa pasti akan masuk syurga karena anggapannya dosa pasti diampuni oleh penebus dosa. Dan hubungan antara alam akhirat tidak ada dengan dunia. Jawaban sekuler ini berasal dari pemikiran. Padahal sumber pemikiran seseorang itu spekulatif tidak berdasar.
Kemudian yang kedua adalah jawaban islam : bersumber dari al-qur’an Jawaban yang benar. Tentunya iya.   
Jawaban yang benar?
Yang bersumber dari al-Qur’an, Pemikiran spekulatif tidak berdasar. Nilainya bisa benar bisa salah. Tapi bila terdapat sumber yang pasti benar, maka pemikiran spekulatif tentang hakikat hidup di dunia pasti salah adanya.
Mengapa percaya pada Al-Qur’an?
Kita harus yakin keimanan pada al-quran. Bahwa al-qur’an datang dari Allah, yang perlu kita ketahui bahwa Al-Qur’an turun ke dunia dalam bahasa arab dan tidak ada selainnya. Ada 3 pandangan manusia terhadap sumber Al-Qur’an; yang pertama yaitu buatan orang arab, yang kedua Muhammad dan yang ketiga adalah wahyu Allah. Yang pertama adalah tidak benar, karena Al-Qur’an sendiri telah menantang mereka tetapi mereka tidak mampu “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.  (Q.S Al-Baqarah : 23)
Setiap orang yang memiliki pengetahuan yang tidak sedikit tentang bahasa dan satra arab srta seluk beluknya. Al-Qur’an merupakan ungkapan yang paling istimewa dan belum pernah ada orang arab yang mengungkapkan seperti itu baik sebelum atau sesudah turunnya al-qur’an. Mereka bahkan tidak mampu membuat 1 surat saja. jangankan 1 surat, 1 ayat saja tidak mampu. Kemudian yang ke-2 apakah al-qur’an buatan Muhammad? Tentu jawabannya tidak benar. Mengapa? Muhammad juga adalah orang arab, dan kalau diteliti lagi gaya bahasa al-qur’an tidak sama dengan hadist, sehingga terbantahkan bahawa qur’an adalah karangan Muhammad. Keyakinan dan bukti itu menyebabkan orang tidak bisa menuduh bahwa al-qur’an adalah perkataan Muhammad, walaupun beliau orang arab. Sebab jika orang arab yang tak mampu membuat al-qur’an, Maka beliau pun sama. Lagi pula bagaimana al-qur’an diciptakan oleh beliau padahal nabi yang buta huruf atau ummi. Bahkan al-qur’an mengandung kabar masa depan seperti sains masa kini. Bagaimana bisa al-qur’an dikarang oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam sedangkan Rasulullah sendiri sering menunggu datangnya wahyu jika mengalami persoalan. Sehingga terbantahkan lagi. Jadi al-qur’an bukan buatan Muhammad. Yang ke-tiga : pastilah al-qu’an adalah firman Allah, tidak ada manusia yang bisa meniru. Keaslian/keontetikannya itu pasti dijamin oleh Allah. Isinya pasti benar dan termasuk meyangkut atas jawaban 3 pertanyaan mendasar atau simpul besar yang ada pada manusia tadi. Kita yakin bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah. Bukan perkataan orang arab dan bukan perkataan Muhammad.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

حب

  "Katanya, mengharap senang dalam berjuang, Bagai merindu rembulan ditengah siang. Tapi, berharap teman dalam berjuang Bolehkah,"  "ya, nanti juga akan tiba saatnya  sahabat setia dalam berjuang sampai Jannah-Nya." Benarkah wanita ditakdirkan menunggu? Benarkah wanita lebih baik dicintai daripada mencintai? diperjuangkan daripada memperjuangkan. Karena sekarang terlalu letih berjuang sendirian, sekedar prasangka ataukah memang berjalan sendirian. Lelah menerka-nerka. Ingin pasrah saja, karena menunggu akan jadi bahagia jika merasa diperjuangkan bukan hanya memperjuangkan. Lelah bukan berarti menyerah. Sabarlah dengan kesabaran yg baik, jika niat karena ingin ibadah maka harus ditempuh juga dengan ibadah. Ibadah apa? "Sabar dlm ketaatan, sabar dlm menjauhi kemaksiatan, sabar dlm menerima takdir Allah yg menyakitkan" Kita adalah makhluk yang sangat lemah, bahkan untuk mengendalikan hati sendiri saja kita sering kalah. Selalu butuh Allah. Sekarang ta...