Akidah
Kokoh Modal Kehidupan
Berikut adalah sumber resume materi yang didapatkan dari Mata Kuliah Bengkel Diri. semoga apa yang ditulis bermanfaat bagi pembaca.
Akidah adalah modal kehidupan kita
di dunia ini, menjadi landasan.
Apa itu akidah? bagaimana proses
keimanan seseorang? Tujuan hidup?
3 pertanyaan mendasar pada manusia.
Quotes : “ Jika hidup sekedar hidup. Babi di hutan juga hidup. Kalau
bekerja sekedar bekerja. Kera Juga bekerja” (Prof. Dr. Buya Hamka, Alm)
Kalau kita tidak memahami apa
hakikat kehidupan, kita sama seperti
quote diatas.
Hakikat Kehidupan
Apa sih hidup itu? Definisi hidup
bila dilihat dari segi biologis adalah adanya tanda kehidupan, tumbuh
berkembang setiap makhluk. Definisi menurut sosiologis adalah adanya interaksi
sesama manusia.
Tidak difahami : Hidup tak tentu arah, kosong dari makna. = Gelisah
Jika kita tidak memahami hakikat
hidup maka akan merasa baper, hidup tak tentu arah, kosong dari makna sehingga
menjadi gelisah.
Difahami : Hidup terarah, Kaya makna = Mantap
Jika hakikat hidup kita pahami maka
hidup menjadi terarah, kaya makna hasilnya mantap. Sehingga percaya diri,
melakukan sesuatu karena paham.
Tiga pertanyaan mendasar manusia (Al-Uqdatul Kubro/ Simpul besar)
Darimana manusia berasal? Untuk apa
manusia hidup? Kemana setelah mati?
Manusia yang hidup didunia harus
bisa menjawabnya, harus bisa mengurai simpul besar ini. Simpul ini harus
terpecahkan, jika terurai maka bisa akan terpecahkan segala pertanyaan yang
mendasar pada simpul ini. PR besar kita adalah mengurai simpul besar
ini?al-uqdatul kubro secara benar.
Hubungan tiga pertanyaan mendasar manusia
Darimana manusia berasal? Kehidupan
sebelum manusia
Untuk apa manusia hidup? Misi hidup
didunia
Kemana setelah mati? Kehidupan
setelah dunia
Sebelum kita menjawab simpul besar
pada diri manusia tadi, Ada 2 sikap manusia bila dihadapkan 3 simpul besar
tersebut. Yang pertama adalah sikap lari dan tak acuh, masa bodoh dan
menjalani sekedar hidup saja. Semoga kta
bukan termasuk tipe pertama. Yang kedua yaitu tipe sikap yang berusaha menjawab
ketika menghadapi simpul besar; nah yg kedua ini ada 3 kondisi = yang pertama
yaitu tidak menemukan jawaban, sudah cari tapi tidak ketemu. Bisa jadi karena
ilmu yang kurang atau tidak optimal mencarinya. Yang kedua : berusaha menjawab
tapi belum tepat/ salah. Hidup
dihadapkan dengan berbagai macam ideology/pemahaman, tidak hanya islam. Sehingga
ketika mencari maka jawabannya salah. Ada juga yang langsung menyerah dan menganggap jawaban itu benar. Inilah
pentingnya seseorang itu berpikir. Tipe yang ke-3 : berusaha menjawab dan
menemukan jawaban yang benar. Inilah menjadikan kehidupannya itu lebih mantap.
Karena sudah menemukan jawaban dan jawabannya benar. Jika masih salah maka ada
proses kegagalan dalam memahami hakikat hidup sehingga akan timbul kesesatan,
kelalaian kemudian ada rasa enggan dan hawa nafsu yang lebih tinggi atau
dominan. Sehingga gagal dalam memahami hakikat hidup dalam pencariannya. Karena
tadi jawabannya macam-macam. Diantaranya:
yang Pertama : jawaban sekuler.
Manusia darimana? Diciptakan oleh Allah, ketika hidup didunia untuk apa? Untuk
mencari kepuasan jasmani. Ya hanya itu,
jadi kebahagiaan bagi orang-orang sekuler adalah kepuasan secara jasmani atau
materi fisik. Berpikir untuk bisa kaya, sukses, punya segalanya. Kemudian mati,
setelah mati akan hidup abadi. Sekuler beranggapan bahwa pasti akan masuk
syurga karena anggapannya dosa pasti diampuni oleh penebus dosa. Dan hubungan
antara alam akhirat tidak ada dengan dunia. Jawaban sekuler ini berasal dari
pemikiran. Padahal sumber pemikiran seseorang itu spekulatif tidak berdasar.
Kemudian yang kedua adalah jawaban
islam : bersumber dari al-qur’an Jawaban yang benar. Tentunya iya.
Jawaban yang benar?
Yang bersumber dari al-Qur’an,
Pemikiran spekulatif tidak berdasar. Nilainya bisa benar bisa salah. Tapi bila
terdapat sumber yang pasti benar, maka pemikiran spekulatif tentang hakikat
hidup di dunia pasti salah adanya.
Mengapa percaya pada Al-Qur’an?
Kita harus yakin keimanan pada
al-quran. Bahwa al-qur’an datang dari Allah, yang perlu kita ketahui bahwa
Al-Qur’an turun ke dunia dalam bahasa arab dan tidak ada selainnya. Ada 3 pandangan
manusia terhadap sumber Al-Qur’an; yang pertama yaitu buatan orang arab, yang
kedua Muhammad dan yang ketiga adalah wahyu Allah. Yang pertama adalah tidak
benar, karena Al-Qur’an sendiri telah menantang mereka tetapi mereka tidak
mampu “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang kami
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal
Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu
orang-orang yang benar”. (Q.S Al-Baqarah
: 23)
Setiap orang yang memiliki
pengetahuan yang tidak sedikit tentang bahasa dan satra arab srta seluk
beluknya. Al-Qur’an merupakan ungkapan yang paling istimewa dan belum pernah
ada orang arab yang mengungkapkan seperti itu baik sebelum atau sesudah
turunnya al-qur’an. Mereka bahkan tidak mampu membuat 1 surat saja. jangankan 1
surat, 1 ayat saja tidak mampu. Kemudian yang ke-2 apakah al-qur’an buatan
Muhammad? Tentu jawabannya tidak benar. Mengapa? Muhammad juga adalah orang
arab, dan kalau diteliti lagi gaya bahasa al-qur’an tidak sama dengan hadist,
sehingga terbantahkan bahawa qur’an adalah karangan Muhammad. Keyakinan dan
bukti itu menyebabkan orang tidak bisa menuduh bahwa al-qur’an adalah perkataan
Muhammad, walaupun beliau orang arab. Sebab jika orang arab yang tak mampu membuat
al-qur’an, Maka beliau pun sama. Lagi pula bagaimana al-qur’an diciptakan oleh
beliau padahal nabi yang buta huruf atau ummi. Bahkan al-qur’an mengandung
kabar masa depan seperti sains masa kini. Bagaimana bisa al-qur’an dikarang
oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam sedangkan Rasulullah sendiri sering
menunggu datangnya wahyu jika mengalami persoalan. Sehingga terbantahkan lagi.
Jadi al-qur’an bukan buatan Muhammad. Yang ke-tiga : pastilah al-qu’an adalah
firman Allah, tidak ada manusia yang bisa meniru. Keaslian/keontetikannya itu
pasti dijamin oleh Allah. Isinya pasti benar dan termasuk meyangkut atas
jawaban 3 pertanyaan mendasar atau simpul besar yang ada pada manusia tadi. Kita
yakin bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah. Bukan perkataan orang arab dan bukan
perkataan Muhammad.
Komentar
Posting Komentar