Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

هِجرة؟

  Momentum Hijrah?   Bismillah, Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Apa kabar wahai diri? Apa kamu sedang baik-baik saja? Semoga selalu baik dalam dekapan Ar-Rahman Ar-Rahim. Saya ingin sedikit bercerita tentang Hijrah, pas banget di Momentum awal tahun 1442 Hijriah Belakangan, kita sering sekali dengar kata hijrah yang lagi nge-tren di kalangan kita masa kini. Apalagi di media sosial dan kalangan artis. Alhamdulillah dengan izin Allah Semua itu tidak lepas dari perjuangan para pejuang dakwah kita, para ustadz dan ahlul ilmu dalam menyebarkan dakwah islam serta kebaikan dari Allah memberikan Hidayah sehingga banyak yang berhijrah. Tapi,,, saya pernah tertohok dengan pertanyaan. “Apakah tolak ukur seseorang hijrah? Apakah dari pakaian gamisnya? dari hijabnya? Dari janggutnya kah? Dari celana La isbal? Masya Allah, menurut saya itu memang salah satu pembuktian dari perubahan penampilan kita untuk mengikuti syariat Allah dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassala...

حب

  "Katanya, mengharap senang dalam berjuang, Bagai merindu rembulan ditengah siang. Tapi, berharap teman dalam berjuang Bolehkah,"  "ya, nanti juga akan tiba saatnya  sahabat setia dalam berjuang sampai Jannah-Nya." Benarkah wanita ditakdirkan menunggu? Benarkah wanita lebih baik dicintai daripada mencintai? diperjuangkan daripada memperjuangkan. Karena sekarang terlalu letih berjuang sendirian, sekedar prasangka ataukah memang berjalan sendirian. Lelah menerka-nerka. Ingin pasrah saja, karena menunggu akan jadi bahagia jika merasa diperjuangkan bukan hanya memperjuangkan. Lelah bukan berarti menyerah. Sabarlah dengan kesabaran yg baik, jika niat karena ingin ibadah maka harus ditempuh juga dengan ibadah. Ibadah apa? "Sabar dlm ketaatan, sabar dlm menjauhi kemaksiatan, sabar dlm menerima takdir Allah yg menyakitkan" Kita adalah makhluk yang sangat lemah, bahkan untuk mengendalikan hati sendiri saja kita sering kalah. Selalu butuh Allah. Sekarang ta...

Pernah nggak sih?

Pernah nggak kamu membayangkan pas waktu lagi tidur ternyata Allah mencabut nyawamu? Jujur saya sering terlintas difikiran kayak begitu. Serem sih, meninggal dalam keadaan yang tak terduga. Banyak kejadian di sekitar kita. Paginya masih bugar, sorenya udah wafat. Sorenya masih main sepeda malamnya udah nggak ada.  Yang serem tu, kalau ternyata maksiat masih banyak dan selalu menunda-nunda untuk taubat dan ternyata malam itu adalah malam terakhirnya. Na'udzubillah. Yang bikin serem tu bukan matinya. Karena semua pasti bakalan meninggal, saling nunggu aja kan? waktunya juga bakal datang.  Sudah cukupkah bekal kita menyambutnya?   mintalah agar dimatikan dalam keadaan syahid meskipun hanya diatas tempat tidur. Semoga Allah tutup aib kita, aurat kita.  Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beri...