Langsung ke konten utama

Pernah nggak sih?

Pernah nggak kamu membayangkan pas waktu lagi tidur ternyata Allah mencabut nyawamu? Jujur saya sering terlintas difikiran kayak begitu. Serem sih, meninggal dalam keadaan yang tak terduga. Banyak kejadian di sekitar kita. Paginya masih bugar, sorenya udah wafat. Sorenya masih main sepeda malamnya udah nggak ada. 

Yang serem tu, kalau ternyata maksiat masih banyak dan selalu menunda-nunda untuk taubat dan ternyata malam itu adalah malam terakhirnya. Na'udzubillah.

Yang bikin serem tu bukan matinya. Karena semua pasti bakalan meninggal, saling nunggu aja kan? waktunya juga bakal datang. 

Sudah cukupkah bekal kita menyambutnya?  

mintalah agar dimatikan dalam keadaan syahid meskipun hanya diatas tempat tidur. Semoga Allah tutup aib kita, aurat kita. 

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (Qur'an Surat Al-Jumu'ah ayat 8)

Teringat kisah yang masya Allah banget, mereka yang wafat dlm keadaan terbaik, amal terbaik diakhir hidupnya, tulus hingga mendatangkan ridha Allah seumur hidupnya. Pas wafat gitu kayak lagi dipeluk dgn rahmat-Nya, disambut di taman-taman syurga di alam kubur. Amal jariyahnya menjadi sahabat terbaik yang menemani disisi. Semoga Allah menjadikan akhir kisah hidup kita seperti itu juga. Aamiin

Semoga Allah menganugerahkan hidayah dan nikmat utk selalu Istiqomah hingga kita wafat dalam keadaan yang Ia ridhai, dalam keadaan husnul khatimah dipenghujung umur kita. :) آمين



Sorong

Sabtu, 15 Agustus 2020

A.D.A :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pas ngerasa insecure

بسم الله Pernah merasa nge-down, pas perasaan  nggak enak banget terus lihat postingan orang-orang  yang masya Allah, jadi motivasi yang buat semangat jadi membara? Alhamdulillah kalau demikian. Namun ada kalanya pas down banget lalu yang muncul setelah melihatnya adalah perasaan yang membuat kita malah menyalahkan diri sendiri atau merutuki nasib? Bila iya, Maka istighfarlah segera. Bisa jadi kita sedang kufur nikmat. Membanding-bandingkan karunia Allah yang ada pada diri kita dan orang lain hanya membuat kita jadi hamba yang tak pandai bersyukur.  Manusiawi kok, karena dasarnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir, lupa dan lemah pula. Tapi kalau berlarut-larut yang terjadi adalah kufur nikmat dan dzalim. Astaghfirullah, yuk kita taubati. Ayo ubah persepsimu wahai diri. Allah itu Ar-Rahman Ar-Rahim. Allah sayang banget sama kamu, Allah lebih tahu tentang dirimu daripada dirimu sendiri. :) Setiap manusia Allah ciptakan dengan sifatnya masin...

حب

  "Katanya, mengharap senang dalam berjuang, Bagai merindu rembulan ditengah siang. Tapi, berharap teman dalam berjuang Bolehkah,"  "ya, nanti juga akan tiba saatnya  sahabat setia dalam berjuang sampai Jannah-Nya." Benarkah wanita ditakdirkan menunggu? Benarkah wanita lebih baik dicintai daripada mencintai? diperjuangkan daripada memperjuangkan. Karena sekarang terlalu letih berjuang sendirian, sekedar prasangka ataukah memang berjalan sendirian. Lelah menerka-nerka. Ingin pasrah saja, karena menunggu akan jadi bahagia jika merasa diperjuangkan bukan hanya memperjuangkan. Lelah bukan berarti menyerah. Sabarlah dengan kesabaran yg baik, jika niat karena ingin ibadah maka harus ditempuh juga dengan ibadah. Ibadah apa? "Sabar dlm ketaatan, sabar dlm menjauhi kemaksiatan, sabar dlm menerima takdir Allah yg menyakitkan" Kita adalah makhluk yang sangat lemah, bahkan untuk mengendalikan hati sendiri saja kita sering kalah. Selalu butuh Allah. Sekarang ta...