Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

KETENTUAN HUKUM DARAH KEBIASAAN WANITA | Kedua : (NIFAS)

KETENTUAN HUKUM DARAH KEBIASAAN WANITA Kedua : (NIFAS) PERMASALAHAN HUKUM Apabila seorang wanita melahirkan namun tidak melihat ada darah keluar. tidak dikategorikan ke dalam hukum nifas, tidak wajib mandi dan tidak membatalkan puasanya. Apabila melihat tanda-tanda melahirkan Darah dan cairan yang diiringi oleh rasa sakit beberapa waktu sebelum melahirkan tidak termasuk nifas, tapi istihadhah. Darah yang keluar dari wanita saat melahirkan Darah ini adalah darah nifas, walau anak yang akan dilahirkan belum kelaur atau baru keluar separuh badan, maka tidak wajib mengqadha’ shalat yang ditinggalkan pada kondisi tersebut. Kapan dimulai hitungan hari nifas? Setelah janin keluar dari perut ibunya ke bumi secara sempurna Berapa minimal hari nifas? Tidak ada batas minimalnya, jika ia melahirkan lalau darahnya langsung berhenti setelah melahirkan, maka wajib mandi, shalat, dan tidak perlu me...

KETENTUAN HUKUM DARAH KEBIASAAN WANITA | Pertama (HAID DAN ISTIHADHAH)

Bismillahirrahmanirrahim... sebagai tenaga kesehatan muslimah khususnya bidan, beberapa kali saya ditanya oleh kerabat dan teman mengenai hukum yang berkaitan dengan masalah haid, istihadhah dan nifas. mungkin saya hanya mampu menjawab sebisanya karena ilmu saya masih sedikit tapi alhamdulillah setelah mendapatkan informasi yang ringkas dan lebih mudah dipahami, saya ingin berbagi. semoga apa yang dituliskan bermanfaat terutama untuk diri saya sendiri. KETENTUAN HUKUM DARAH KEBIASAAN WANITA Pertama (HAID DAN ISTIHADHAH) MASALAH HUKUM Usia minimal dan maksimal seorang wanita datang bulan/haid Usia minimal adalah sembilan tahun, jika darah keluar dari kemaluan sebelumnya, maka itu adalah darah istihadhah . 1 dan tidak ada batas maksimal usia haid. Batas minimal jumlah hari haid Sehari semalam (24 jam), jika kurang dari itu, maka berarti darah istihadhah . Batas maksimal jumlah hari haid Lima belas hari, apabila d...

Tanyakan pada dirimu, "kenapa aku harus bersedih?"

Kenapa aku harus bersedih? Kalau ternyata pada setiap detik dan setiap menit terdapat kelapangan dari Tuhan Pemilik Langit. Kenapa aku harus bersedih? Jika ternyata, rezeki ku sudah tertulis, umurku telah ditentukan dan ajalku tidak tahu kapan datangnya. Kenapa aku harus bersedih? Kalau ternyata Allah lebih sayang   kepadaku daripada rasa kasih sayang seorang ibu terhadap bayinya. Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata beristighfar kepada Allah maka Ia   akan memberikan kepadaku rezeki dan menghilangkan seluruh kegelisahanku. Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata jodohku sudah Allah takdirkan dan tertulis di Lauh Mahfuzh sebelum bumi dan langit diciptakan.  Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata Allah ketika berkehendak atas sesuatu maka Ia akan mengatakan “Jadilah” maka akan terjadi. Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata kepercayaanku kepada Allah tidak ada penghalangnya. Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata rasa optim...

Cinta anak adam, Corona, Daun yang jatuh dan Hujan yang turun

Terbangun dari tidur, alhamdulillah ternyata minum susu benar-benar bisa membuat rasa kantuk datang lebih awal. Tapi hatiku gulana,  pelajaran besar karena masih terngingang tentang sore hari saat datangnya kisah cinta yang sendu. Begitu dalam cintanya temanku pada seseorang sehingga membuatnya menanyakan perihal perasaan pada kartu tarot. syukurlah diinsyafi semua walau  bingung bagaimana caranya untuk move on, sudah mengistighfari diri namun rasa suka masih enggan pergi, sulitnya beranjak dari bayang-bayang perasaan. Sakit memang kalau hanya sebelah tangan. Turut perih kurasa kawan, ini yang namanya penyakit "al-isyq", sempitnya dada merasakan yang seperti itu. ternyata saking cinta cucu adam kepada cucu hawa bisa berujung menduakan Tuhan-Nya. Aku juga manusia biasa, boleh lah kawan engkau bercerita. Tak apa, lagi pula  sudah berlalu. asal mari sekarang kita beranjak mohon ampunan pada Allah. Aku bukan manusia suci, dosaku juga banyak yang harus kutaubati. Kucoba besar...