Langsung ke konten utama

Tanyakan pada dirimu, "kenapa aku harus bersedih?"

Kenapa aku harus bersedih? Kalau ternyata pada setiap detik dan setiap menit terdapat kelapangan dari Tuhan Pemilik Langit.

Kenapa aku harus bersedih? Jika ternyata, rezeki ku sudah tertulis, umurku telah ditentukan dan ajalku tidak tahu kapan datangnya.

Kenapa aku harus bersedih? Kalau ternyata Allah lebih sayang  kepadaku daripada rasa kasih sayang seorang ibu terhadap bayinya.

Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata beristighfar kepada Allah maka Ia  akan memberikan kepadaku rezeki dan menghilangkan seluruh kegelisahanku.

Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata jodohku sudah Allah takdirkan dan tertulis di Lauh Mahfuzh sebelum bumi dan langit diciptakan. 
Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata Allah ketika berkehendak atas sesuatu maka Ia akan mengatakan “Jadilah” maka akan terjadi.

Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata kepercayaanku kepada Allah tidak ada penghalangnya.

Mengapa aku harus bersedih? Jika ternyata rasa optimisku dan senyumku jauh lebih baik daripada aku bersedih.

Jika kamu sedang sedih, maka sujudlah kepada Allah dan katakan… “Ya Allah Wahai Maha Perkasa.. Tabahkanlah aku”.

Dan jika engkau didzalimi, maka sujudlah di hadapanNya dan katakanlah “Wahai Maha Adil, tolonglah aku”.

Dan jika engkau hendak memilih, maka sujudlah kepada Allah dan katakan “Wahai Dzat Yang Maha Melihat, berilah aku petunjuk”.

Jika engkau membutuhkan sesuatu, maka katakanlah “Wahai Dzat Yang Mengabulkan segala doa, Kabulkanlah doaku”.

Dan jika hatimu membutuhkan rasa cinta, maka engkau tidak akan mendapati satupun yang berhak untuk dicintai selain Allah.

Dan jika engkau rindu dengan kelembutan, maka Engkau tidak akan mendapati satupun yang paling lembut kecuali tanah ketika engkau sujud kepada Allah.

Dan jika bumi ini terasa sempit bagimu, dan engkau tidak mendapati satu kawanpun, maka Allah jauh lebih dekat kepadamu dari apa yang engkau bayangkan.


Sumber : Ringkasan Kajian Al-Amiry dengan sedikit tambahan



Sorong, 14 Ramadhan 1441 H/ 7 Mei 2020 M

Best Regards
A.D.A :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pas ngerasa insecure

بسم الله Pernah merasa nge-down, pas perasaan  nggak enak banget terus lihat postingan orang-orang  yang masya Allah, jadi motivasi yang buat semangat jadi membara? Alhamdulillah kalau demikian. Namun ada kalanya pas down banget lalu yang muncul setelah melihatnya adalah perasaan yang membuat kita malah menyalahkan diri sendiri atau merutuki nasib? Bila iya, Maka istighfarlah segera. Bisa jadi kita sedang kufur nikmat. Membanding-bandingkan karunia Allah yang ada pada diri kita dan orang lain hanya membuat kita jadi hamba yang tak pandai bersyukur.  Manusiawi kok, karena dasarnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir, lupa dan lemah pula. Tapi kalau berlarut-larut yang terjadi adalah kufur nikmat dan dzalim. Astaghfirullah, yuk kita taubati. Ayo ubah persepsimu wahai diri. Allah itu Ar-Rahman Ar-Rahim. Allah sayang banget sama kamu, Allah lebih tahu tentang dirimu daripada dirimu sendiri. :) Setiap manusia Allah ciptakan dengan sifatnya masin...

حب

  "Katanya, mengharap senang dalam berjuang, Bagai merindu rembulan ditengah siang. Tapi, berharap teman dalam berjuang Bolehkah,"  "ya, nanti juga akan tiba saatnya  sahabat setia dalam berjuang sampai Jannah-Nya." Benarkah wanita ditakdirkan menunggu? Benarkah wanita lebih baik dicintai daripada mencintai? diperjuangkan daripada memperjuangkan. Karena sekarang terlalu letih berjuang sendirian, sekedar prasangka ataukah memang berjalan sendirian. Lelah menerka-nerka. Ingin pasrah saja, karena menunggu akan jadi bahagia jika merasa diperjuangkan bukan hanya memperjuangkan. Lelah bukan berarti menyerah. Sabarlah dengan kesabaran yg baik, jika niat karena ingin ibadah maka harus ditempuh juga dengan ibadah. Ibadah apa? "Sabar dlm ketaatan, sabar dlm menjauhi kemaksiatan, sabar dlm menerima takdir Allah yg menyakitkan" Kita adalah makhluk yang sangat lemah, bahkan untuk mengendalikan hati sendiri saja kita sering kalah. Selalu butuh Allah. Sekarang ta...