Langsung ke konten utama

KETENTUAN HUKUM DARAH KEBIASAAN WANITA | Kedua : (NIFAS)

KETENTUAN HUKUM DARAH KEBIASAAN WANITA
Kedua : (NIFAS)


PERMASALAHAN
HUKUM
Apabila seorang wanita melahirkan namun tidak melihat ada darah keluar.
tidak dikategorikan ke dalam hukum nifas, tidak wajib mandi dan tidak membatalkan puasanya.
Apabila melihat tanda-tanda melahirkan
Darah dan cairan yang diiringi oleh rasa sakit beberapa waktu sebelum melahirkan tidak termasuk nifas, tapi istihadhah.
Darah yang keluar dari wanita saat melahirkan
Darah ini adalah darah nifas, walau anak yang akan dilahirkan belum kelaur atau baru keluar separuh badan, maka tidak wajib mengqadha’ shalat yang ditinggalkan pada kondisi tersebut.
Kapan dimulai hitungan hari nifas?
Setelah janin keluar dari perut ibunya ke bumi secara sempurna
Berapa minimal hari nifas?
Tidak ada batas minimalnya, jika ia melahirkan lalau darahnya langsung berhenti setelah melahirkan, maka wajib mandi, shalat, dan tidak perlu menunggu sampai lengkap 40 hari.
Berapa batas maksimal masa nifas?
Empat puluh (40) hari. Apabila lebih dari itu, tidak dianggap nifas lagi. Maka wajib baginya mandi dan shalat kecuali jika bertepatan dengan waktu haid sebelum hamil, maka dianggap darah haid.
Wanita yang melahirkan dua anak kembar atau lebih.
Masa nifasnya dimulai setelah melahirkan anak yang pertama.
Apakah hokum darah yang keluar setelah keguguran.
Apabila umur janin yan keguguran 80 hari atau kurang, maka darah yang keluar adalah darha istihadhah. Apabila setelah 90 hari maka darah itu adalah darah nifas. Apabila masanya antara 80 dan 90 hari, maka hukumnya tergantung kepada bentuk fisik janin, jika bentuknya menyerupai bayi manusia, maka darah itu adalah darah nifas dan bila belum berbentuk manusia, maka itu adalah darah istihadhah. 
Apabila sebelum genap empat puluh hari dia sudah suci, kemudian darah datang lagi sebelum masa empat puluh hari nifas.
Tanda suci yang dilihat oleh wanita dalam masa empat puluh hari nifas, itu adalah suci. Ia harus mandi suci dari nifas dan mengerjakan shalat. Apabila darah itu datang lagi selama masih dalam empat puluh hari, maka dikategorikan nifas. Begitu seterusnya sampai habis empat puluh hari.

Catatan :
  • Wanita yang istihadhah wajib mengerjakan shalat, akan tetapi hendaknya ia berwudhu setiap akan shalat,
  • Apabila wanita suci dari haid atau nifas sebelum maghrib, maka diharuskan mengerjakan shalat dzuhur dan ashar pada hari itu. Apabila dia suci sebelum terbit fajar, maka dia wajib mengerjakan shalat maghrib dan Isya pada malam itu.
  • Apabila waktu shalat sudah masuk, kemudain dia haid atau nifas belum sempat mengerjakannya, maka tidak wajib baginya mengqadha’ shalat tersebut setelah ia suci.
  • Di wajibkan kepada wanita untuk membuka ikatan rambutnya saat mandi dari haid atau nifas, dan tidak wajib membukanya ketika mandi junub.
  • Diharamkan berjima’ atau bersetubuh dengan wanita yang sedang haidh dan nifas di kemaluannya, dan dibolehka untuk mendapatkan kepuasan di selain kemaluannya.
  • Disunahkan bagi wanita yang sedang istihadhah untuk mandi setiap kali akan mengerjakan shalat. Jika tidak mampu maka ia menjamak shalat dzuhur dan ashar dengan satu kali mandi, dan mandi untuk shalat subuh, sehingga semuanya menjadi tiga kali mandi sehari dan semalam. Jika dia tidak mampu, maka cukup mandi sekali dalam sehari, dan berwudhu untuk setiap shalat.
  • Diperbolehkan bagi wanita meminum obat penahan haid untuk sementara  dalam rangka melaksanakan ibadah haji dan umrah, atau melengkapkan puasa bulan Ramadhan, dengan catatan terjamin selamat dari efek samping obat tersebut.    
Semoga bermanfaat untuk kita semua. Jazaakumullahu khoiron katsiron. 😊

Sumber: 
Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir dari Al-Qur'an Al-Karim juz (28,29,30) disertai hukum-hukum penting bagi seorang muslim versi berbahasa indonesia. http://www.tafseer.info



Sorong, 15 Ramadhan 1441 H/ 8 Mei 2020 M

Regards
A.D.A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

حب

  "Katanya, mengharap senang dalam berjuang, Bagai merindu rembulan ditengah siang. Tapi, berharap teman dalam berjuang Bolehkah,"  "ya, nanti juga akan tiba saatnya  sahabat setia dalam berjuang sampai Jannah-Nya." Benarkah wanita ditakdirkan menunggu? Benarkah wanita lebih baik dicintai daripada mencintai? diperjuangkan daripada memperjuangkan. Karena sekarang terlalu letih berjuang sendirian, sekedar prasangka ataukah memang berjalan sendirian. Lelah menerka-nerka. Ingin pasrah saja, karena menunggu akan jadi bahagia jika merasa diperjuangkan bukan hanya memperjuangkan. Lelah bukan berarti menyerah. Sabarlah dengan kesabaran yg baik, jika niat karena ingin ibadah maka harus ditempuh juga dengan ibadah. Ibadah apa? "Sabar dlm ketaatan, sabar dlm menjauhi kemaksiatan, sabar dlm menerima takdir Allah yg menyakitkan" Kita adalah makhluk yang sangat lemah, bahkan untuk mengendalikan hati sendiri saja kita sering kalah. Selalu butuh Allah. Sekarang ta...