Langsung ke konten utama

Cinta anak adam, Corona, Daun yang jatuh dan Hujan yang turun

Terbangun dari tidur, alhamdulillah ternyata minum susu benar-benar bisa membuat rasa kantuk datang lebih awal. Tapi hatiku gulana,  pelajaran besar karena masih terngingang tentang sore hari saat datangnya kisah cinta yang sendu. Begitu dalam cintanya temanku pada seseorang sehingga membuatnya menanyakan perihal perasaan pada kartu tarot. syukurlah diinsyafi semua walau  bingung bagaimana caranya untuk move on, sudah mengistighfari diri namun rasa suka masih enggan pergi, sulitnya beranjak dari bayang-bayang perasaan. Sakit memang kalau hanya sebelah tangan. Turut perih kurasa kawan, ini yang namanya penyakit "al-isyq", sempitnya dada merasakan yang seperti itu. ternyata saking cinta cucu adam kepada cucu hawa bisa berujung menduakan Tuhan-Nya. Aku juga manusia biasa, boleh lah kawan engkau bercerita. Tak apa, lagi pula  sudah berlalu. asal mari sekarang kita beranjak mohon ampunan pada Allah. Aku bukan manusia suci, dosaku juga banyak yang harus kutaubati. Kucoba besarkan hatinya mencoba beri sedikit wejangan supaya bisa buka lembaran baru. walau juga merasa malu pantaskah menasehati sedangkan diri juga masih belajar menata hati dan meluruskan niat. Hmmm, Tapi tak apa asal kalimat cinta syahadat untuk Sang Ahad kita selamatkan dahulu. :) Saudariku kamu bisa bangkit, manusia tidak hanya satu. Kadang kau harus bertemu dengan seseorang untuk menjadi pelajaran yang mendewasakan. Kami tutup dengan saling mendoakan dan menyemangati, tugas dia lebih berat karena zona merah penyakit dan perbatasan dengan negeri Jiran. Engkau pasti bisa melalui ini semua, insyaa Allah. :)


ceritanya yang tak perlu keperjelas lagi sudah cukup menjadi teguran yang menohok buatku. aku sendiri merasa khawatir takut disakiti, apalagi terkhianati karena sudah berusaha menjaga diri sebaik-baiknya lalu apakah orang yang diberikan ketulusan juga akan demikian. Bismillah belajarlah dewasa, bukan waktunya main-main lagi, komitmen ikhtiarkan segalanya dengan sebaik-baik niat karena Allah. Bahkan ketika tak ada yang melihat kita, kita hanya perlu menjaga tulusnya hati dan kepercayaan yang kita tahu sendiri, berharaplah ke Allah saja.  Lalu jujur pada diri sendiri itu modal awal kan? Karena berusaha menjaga tulusnya perjuangan, menjaga ikhtiar yang sudah dijalani.  akhirnya kekhawatiran itu juga buatku gamang, kenapa harus khawatir? bukankah janji Allah laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, pun sebaliknya. Yang sama-sama ingin berubah baik dan terus belajar karena tujuannya adalah mengharap wajah Engkau ya Allah. Kalaupun Jika sudah berusaha dan mencoba kesempatan yang ada lalu ternyata tidak semua sesuai yang kita harapkan tak mengapa, karena  ikhlas dan ridha terhadap semua harusnya diletakkan diawal hingga akhir. Pun segala kebaikan tidak ada yang pernah sia-sia disisi-Mu. Sekarang aku pasrah ikut kehendak Engkau saja ya Rabb. Aku tak mau memaksakan kehendakku, takut jika tertimpa al-isyq karena lemahnya hati. Harap yang terbaik saja dari sisi-Mu. Lalu Istiqomahkan aku dalam ketaatan dan bersabar dalam penantian. Entah kapan... ajalkah atau jodohkah, tak apa :)

sekarang coba tanyakan ke hati, Apakah cinta ini sudah bertaut karena-Nya? karena Tuhanku Yang Maha Esa, karena Dia lah Maha Cinta. Cukup kita jadi budak cintanya Allah, bukan budak cinta manusia. Jangan jadikan cinta manusia sebagai tujuan, karena hati manusia berubah-ubah. Terkadang ia suka terkadang ia benci. Jadikan tujuanmu dicintai oleh Rabbmu. Sebab jika Dia mencintaimu. Dia mampu menjadikan hati manusia mencintaimu. Jika itu memang ditakdirkan untukmu.

Aduhai, Lalu bagaimana dengan diriku??Mendengar kabar virus Corona saban hari kadang membuatku getir, bisakah melaksanakan semua seperti rencana kami, seperti yang dia ucapkan waktu itu. Tapi ku sadarkan hati dan akal, jangan menaruh harap pada manusia. Tak apa sama-sama berdoa dan berusaha lalu taruhlah harapan di dadamu itu untuk kau persembahkan pada Ilahi Robbi. Tawakkal pada Allah Jalla Jalaluhu. Biarlah umur kita dan segala kejadian bersambung sesuai takdir yang berpindah dari satu takdir ke takdir yang lain, itulah hakikatnya hidup kita. Semuanya diciptakan untuk beribadah kan???

Ohya seperti dipemberitaan terbarunya, di daerahku virus ini meningkat drastis. berhasil meletakkan inangnya ketubuh manusia sehingga dari angka 0 menjadi banyak pengidapnya yang positif. Semoga mereka yang terserang baik-baik saja, lekas sembuh dan bisa kembali seperti sediakala serta segera wabah ini Allah angkat. Aamiin

Cukuplah penyakit ini jadi ujian dan pengingat, banyak manusia yang sudah berencana tapi akhirnya berubah haluan sesuai iradat Allah. Semuanya sangat mudah bukan bagi Allah?

Hai Ramadhan, apakah aku termasuk orang-orang yang beruntung? Yang diampuni Tuhanku karena Rahmat dan Maghfirah-Nya dibulan ini yang begitu luas. Semoga saja iya, aamiin. Semoga dia yang jauh disana juga baik-baik saja, sehat wal'afiat.

Waktu terbangun tadi, rasanya yang terpikirkan diotakku adalah teringat tentang kematian. Bagaimana kalau nanti aku tak dapat kesempatan bertemu dengan jodohku didunia? Ah, tak mengapa... Nanti pasti ada di akhirat. memang, jangan berpikir yang bukan-bukan. Jangan berpikir yang mendahului takdir dan tetaplah positif thinking. Tapi juga tidak ada salahnya karena bisa jadi ini juga benar adanya. Ini opsi otak berpikir agar tak kepedean. Karena sejatinya kelahiran, rejeki, jodoh, susah dan bahagia serta ajal adalah hal yang gaib. Merupakan bagian dari iman yang harus diyakini sesuai dengan Tauhid yang lurus. Yang terpenting sekarang doa, ikhtiar maksimal dan sebaik-baik sabar serta tawakkal. Sertakan selalu Allah didalamnya dan luruskan niat. Daun yang jatuh dan hujan yang turun saja Allah urus... sudah tertulis, tertuang di Lauh Mahfuzh, nah apalagi manusia kan? sama seperti daun dan hujan serta segalanya yang sejak masa 50.000 tahun sebelum laut bertemu dengan langit sudah Allah tuliskan kisahnya masing-masing. 
Semoga bagaimanapun nanti kisah hidup berjalan, semua bernilai kebaikan dihadapan Allah. Sekarang aku pasrah pada kehendak-Mu. Laa haula walla quwwata illa billah. 

Tak apa... Jangan sedih yaa wahai diri, it's gonna be okay. Allah the best planner. Titipkan perasaanmu padanya kepada Allah lewat doa. Katanya cara memeluk seseorang dari jauh adalah lewat doa. 




Malam ke-11 Ramadhan 1441 H/ Ahad, 3 Mei  2020. Pukul 23.45 WIT

Best Regards
A.D.A


Komentar

Postingan populer dari blog ini

حب

  "Katanya, mengharap senang dalam berjuang, Bagai merindu rembulan ditengah siang. Tapi, berharap teman dalam berjuang Bolehkah,"  "ya, nanti juga akan tiba saatnya  sahabat setia dalam berjuang sampai Jannah-Nya." Benarkah wanita ditakdirkan menunggu? Benarkah wanita lebih baik dicintai daripada mencintai? diperjuangkan daripada memperjuangkan. Karena sekarang terlalu letih berjuang sendirian, sekedar prasangka ataukah memang berjalan sendirian. Lelah menerka-nerka. Ingin pasrah saja, karena menunggu akan jadi bahagia jika merasa diperjuangkan bukan hanya memperjuangkan. Lelah bukan berarti menyerah. Sabarlah dengan kesabaran yg baik, jika niat karena ingin ibadah maka harus ditempuh juga dengan ibadah. Ibadah apa? "Sabar dlm ketaatan, sabar dlm menjauhi kemaksiatan, sabar dlm menerima takdir Allah yg menyakitkan" Kita adalah makhluk yang sangat lemah, bahkan untuk mengendalikan hati sendiri saja kita sering kalah. Selalu butuh Allah. Sekarang ta...